Istilah startup sekarang sudah mulai sering terdengar di telinga orang Indonesia. Namun, sayangnya meski demikian pengertian startup sendiri masing sering ada yang kurang paham. Sehingga tentu seperti apa rupa dari startup sendiri belum banyak yang mengetahuinya.

Padahal di Indonesia sendiri ada sebanyak 2.200 perusahaan startup yang sedang beroperasi. Ini tentu angka yang sangat besar sekali dan berhasil membuat Indonesia menjadi negara kelima dengan jumlah startup paling banyak.

Oleh karena itu, penting sekali bagi Anda untuk setidaknya mengerti sedikit mengenai istilah startup yang banyak terdengar tersebut.

Hal ini kedepannya dapat membantu Anda untuk lebih mudah mencerna informasi baru terkait pembahasan startup.

Memahami Pengertian Startup

Apa itu Startup

Startup merupakan sebuah kata yang mewakili perusahaan yang baru saja merintis sehingga masih dalam tahap pengembangan.

Nah, perihal perkembangannya sendiri sangat beragam sektornya mulai dari produk, pemasaran, pelayanan, manajemen, model bisnis, hingga target pasarnya.

Dari pengertian tersebut membuat arti startup merujuk kepada perusahaan rintisan yang bergerak di berbagai bidang. Tetapi di Indonesia sendiri istilah tersebut maknanya mengerucut dan hanya untuk perusahaan dalam bidang teknologi saja.

Jadi, perusahaan lain yang sama-sama baru merintis bila tidak menyentuh bidang teknologi tidak bisa menggunakan kata startup.

Untuk bisa menyandang kata startup sebuah perusahaan setidaknya memenuhi tiga faktor, yaitu pendiri, pemberi dana, dan produk atau layanan.

Kurang lebihnya seperti itu tentang pengertian startup.

Mari lanjut lagi…

Awal Mula Kemunculan Startup di Indonesia

Perusahaan Startup adalah

Istilah startup sendiri sebenarnya bukan istilah baru yang benar-benar muncul akhir-akhir ini. Tetapi sebuah istilah yang sudah ada sejak tahun 1999 – 2000.

Namun, pada waktu itu startup belum sepopuler sekarang dan setelah dua tahun kembali tenggelam.

Kemudian, sekitar tahun 2010 istilah ini kembali muncul dan populer di kalangan masyarakat di Indonesia hingga sekarang.

Perkembangan internet yang pesat di seluruh dunia menjadi awal kemunculan dari startup.

Banyak sekali situs-situs yang baru merintis dengan menggunakan domain dot com. Sehingga ini memunculkan sebuah fenomena dengan nama bubble dot com.

Nah, dari sini mulai muncul perusahaan-perusahaan yang bergerak dalam bidang teknologi yang akhirnya menyandang nama startup.

Indonesia juga tidak ingin tertinggal terhadap perkembangan tersebut dan akhirnya mengadakan program 1000 startup.

Hal ini guna mendapatkan generasi anak bangsa yang unggul dalam bidang perkembangan teknologi informasi dan komunikasi.

Perusahaan startup adalah perusahaan yang masih merintis sehingga dalam hal ini pemerintah bersedia membantu memberikan suntikan dana untuk perkembangannya.

Namun, dana ini tentu tidak akan pemilik perusahaan terima secara serta merta, tetapi melalui berbagai event pendanaan dan program-program lain yang serupa.

Dengan begini pemerintah berharap bisa mengejar ketertinggalan dengan kemajuan perusahaan startup negara lain. Kedepannya Indonesia bisa menjadi negara yang sepenuhnya melek teknologi informasi dan komunikasi.

Di Indonesia bidang fokus startup adalah pada bidang ekonomi untuk e-commerce, bidang pendidikan, dan bidang hiburan khususnya game.

Setiap bidang startup tersebut memiliki tantangan penyelesaian masalahnya masing-masing.

Misalnya saja pada bidang ekonomi yang menyediakan sebuah layanan e-commerce di Indonesia terdapat tantangan pada sistem pembayarannya.

Pembelanjaan e-commerce dulu mengharuskan pembayaran via online dengan transfer atau dompet digital.

Masalahnya, di Indonesia sendiri penggunaan dompet digital masih sangat jarang sekali meskipun kemunculannya sudah sejak lama. Masyarakat terlampau nyaman menggunakan sistem pembayaran cash.

Permasalahan tersebut bertambah dengan kurangnya kepercayaan masyarakat terhadap keamanan penggunaan dompet digital.

Tingkatan Kelas Perusahaan Startup

Startup artinya perusahaan perintis yang mana dalam pelaksanaannya pasti terdapat perkembangan dan inovasi secara terus-menerus. Hal ini sampai perusahaan tersebut menjadi perusahaan sejati dengan semua sektornya telah matang.

Dalam perkembangannya sendiri terdapat tingkatan kelas yang bisa mengelompokkan suatu perusahaan startup.

Nah, berikut ini adalah beberapa ulasan dari tingkatan kelas startup yang mungkin saja sudah sering Anda dengar istilah-istilahnya.

1. Cockroach

Semua perusahaan startup yang baru saja berdiri akan berada pada tingkatan cockroach ini. Pada tingkatan ini perusahaan masih memiliki pengeluaran bisnis yang relatif rendah. Selain itu, struktur organisasi dari startup tergolong cukup berantakan.

Nilai valuasi dari startup tingkatan cockroach ini kurang dari 14 miliar rupiah yang mana tergolong cukup kecil.

2. Pony

Perusahaan startup pada tingkat pony sudah mulai kompetitif dalam menghadapi kompetitornya dalam persaingan pasar. Namun, sumber dayanya sendiri masih sangat minim sehingga menjadi masa-masa yang penting untuk mempertahankan startup.

Apabila perusahaan startup berhasil melalui badai tersebut, maka nilai value dari perusahaan juga akan semakin meningkat. Perusahan startup yang termasuk dalam tingkatan ini setidaknya memiliki valuasi hingga USD$ 100 juta.

3. Centaur

Perusahaan yang sudah memiliki nilai valuasi sekitar USD$ 100 hingga USD$ 1 miliar dapat masuk ke dalam tingkatan centaur. Di Indonesia sendiri sudah ada sebanyak 70 perusahaan startup yang berhasil mencapai tingkatan ini.

Tentu saja pada tingkatan ini sektor-sektor perusahaan sudah mengalami perkembangan dan inovasi dengan baik.

4. Unicorn

Daripada istilah tingkatan yang lain, istilah yang satu ini bisa jadi adalah istilah tingkatan kelas startup yang paling Anda kenal. Karena tingkatan ini sering masuk ke siaran televisi untuk mengapresiasi pencapaian perusahaan yang bersangkutan.

Unicorn merupakan tingkatan startup yang berhasil mencapai nilai valuasi pada rentang USD$ 1 miliar hingga USD$ 10 miliar.

Perusahaan-perusahaan startup di Indonesia yang berhasil mencapai tingkatan ini adalah Gojek, Tokopedia, Traveloka, dan OVO.

5. Decacorn

Istilah decacorn ini merupakan istilah untuk perusahaan startup yang berhasil mencapai nilai valuasi di atas USD$ 10 miliar. Dengan kata lain pada perusahaan startup tersebut sudah memiliki banyak sekali investor yang mendanai perkembangannya.

Pada tingkatan ini tentu biaya penanaman modalnya tidak mungkin sedikit. Sehingga Anda yang tertarik memiliki kepemilikan di startup decacorn harus segera mempersiapkan modalnya.

Perusahaan di Indonesia yang berhasil mencapai decacorn kabarnya adalah Gojek.

6. Octocorn

Ini adalah tingkatan terakhir dari perkembangan suatu perusahaan startup. Pada tingkatan octocorn sebuah perusahaan startup berhasil mencapai nilai valuasi USD$ 10 miliar.

Pada tingkat ini pula perusahaan startup tersebut sudah eksis di level perusahaan dunia.

Di Indonesia masih belum ada perusahaan startup yang berhasil mencapai tingkatan akhir ini. Namun, perusahaan startup di China bernama Alipay berhasil mencapainya dengan nilai valuasi USD$ 150 miliar.

Jenis Perusahaan Startup di Indonesia

Setelah mengenal apa itu startup, maka saatnya Anda mengetahui jenis-jenis perusahaan startup yang ada di Indonesia. Informasi ini tentu penting untuk menambah wawasan khususnya bagi Anda pelaku investasi.

Karena bagaimanapun perusahaan startup memiliki kemungkinan untuk melakukan IPO (Initial Public Offering) baik di Indonesia maupun luar negeri.

Nah, berikut ini adalah beberapa jenis perusahaan startup yang saat ini sedang berkembang dan terus melakukan inovasi di Indonesia.

1. Game

Kaum muda di Indonesia sangat berminat untuk bermain game online di waktu senggangnya. Hal ini dimanfaatkan dengan baik oleh perintis perusahaan startup di Indonesia. Apalagi saat ini turnamen game online sudah banyak digelar di panggung dunia.

Karena hal itulah e-sports di Indonesia juga turut mengalami perkembangan yang signifikan dari tahun ke tahun.

2. Pendidikan

Bidang perusahan startup yang satu ini merupakan salah satu fokus utama dari pemerintah. Hal ini bertujuan untuk memajukan negara dengan menciptakan generasi cerdas melalui proses pembelajaran di luar kelas.

Salah satu contoh perusahaan startup yang sudah sukses berkiprah di bidang pendidikan ini adalah Ruangguru. Anda tentu sudah sering melihat iklannya di televisi ketika akan memulai semester baru, bukan?

Pada bidang pendidikan memang jumlah perusahaan startup-nya masih tergolong kecil. Namun, perusahaan-perusahaan startup yang sudah ada memiliki sistem pendidikan yang bagus dengan konten yang berbobot.

3. Sekuritas

Perusahaan startup yang bergerak pada bidang sekuritas adalah mereka yang berkecimpung di dunia investasi. Adanya perusahaan ini membantu pada investor untuk berinvestasi dengan lebih mudah dan sederhana melalui ponselnya.

Investasi yang populer akhir-akhir ini tentu tidak terlepas dari pelayanan terbaik perusahaan sekuritas di Indonesia. Selain itu, jenis produk investasinya juga sangat beragam mulai dari saham, obligasi, reksa dana, dan SBN.

4. Kesehatan

Masyarakat di Indonesia gemar mencari informasi mengenai kesehatan dengan bantuan internet. Hal ini menjadi latar belakang perkembangan pesat perusahaan startup dalam bidang kesehatan.

Sekarang bahkan tidak hanya informasi terkait kesehatan saja, tetapi pelayanan kesehatan juga mungkin dalam satu aplikasi yang sama. Selain itu, dengan cara ini masyarakat akan mendapatkan informasi yang lebih valid.

5. E-Commerce

Perusahaan startup yang berada pada bidang e-commerce merupakan perusahan yang melayani jual beli secara online. Anda pasti sudah pernah mengoperasikan salah satu aplikasi tersebut untuk berbelanja secara online.

Ada setidaknya 5 perusahaan startup bidang e-commerce yang saat ini ramai peminat di Indonesia,mereka adalah Shopee, Tokopedia, BukaLapak, Lazada, dan JD.ID.

Bagaimana Sebuah Perusahaan Startup Dapat Berdiri?

Startup artinya

Ini mungkin adalah pertanyaan yang ada di benak Anda setelah membaca ulasan terkait pengertian startup hingga jenis-jenisnya. Apalagi banyak sekali bermunculan startup baru di Indonesia.

Nah, berikut ini adalah alur sebuah perusahaan startup dapat berdiri dan menyandang tingkatan pertama kelas startup.

1. Perusahaan Awal

Perusahaan startup adalah perusahaan rintisan yang mana pada awalnya sudah berdiri dan berjalan yang rata-ratanya berumur kurang dari tiga tahun. Dari sini tentu Anda akan memiliki beberapa karyawan yang jumlahnya tidak banyak.

Ciri khas dari perusahaan awal sebelum berubah dari startup adalah sumber dayanya memiliki kemampuan multitasking. Dan tentu umumnya bergerak dalam bidang teknologi khususnya memanfaatkan untuk promosi.

2. Perubahan Menjadi Perusahaan Startup

Ketika Anda sudah memiliki perusahaan awal dengan karakteristik seperti penjelasan di atas, maka perubahan menjadi startup tidak sulit.

Langkah awalnya adalah menentukan tujuan perusahaan yang jelas dan bersifat fleksibel dalam meraih tujuan tersebut.

Kemudian, Anda perlu memikirkan permodalan dari perusahaan startup adalah metode bootstrapping atau crowdfunding.

Selanjutnya, Anda hanya perlu memperluas relasi dengan pelanggan dan dengan sabar menunggu perusahaan Anda berkembang dengan baik.

Terimalah saran sebanyak mungkin dari mereka-mereka yang terkait dengan perusahaan Anda agar perusahaan bisa berkembang dengan baik. Teruslah melakukan inovasi kreatif dalam pengembangan perusahaan startup Anda.

Kesimpulan dan Penutup

Demikianlah penjelasan lengkap terkait pengertian startup dan berbagai hal yang terkait lainnya. Pengetahuan dan pemahaman Anda ini akan membantu Anda untuk bisa mengikuti pesatnya perkembangan teknologi di dunia.

Silahkan berdiskusi...